KAMPUS (RAGORO) – Universitas Gorontalo (UG) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa.

Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pelayanan Administrasi Akademik, Keuangan dan Kepegawaian selama 3 hari terhitung sejak 19 – 21 Januari 2023.

Tidak hanya pemateri dari internal kampus UG, Bimtek juga menghadirkan narasumber dari pihak eksternal yang berkualitas dan berkompeten dibidangnya.

Dua diantaranya, Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruadi, MP dan Munawir Sadzali Razak, S.IP.,MA.

Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruadi, MP notabene selaku mantan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI Gosulutteng pada periode sebelumnya menyampaikan tugas pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan dilaksanakan oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta bertanggungjawab penuh kepada Rektor.

“Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) dipimpin oleh Kepala, yang berada dan bertanggungjawab kepada Rektor. Dimana, dalam pelaksanaan tugasnya, Kepala Biro dibantu oleh beberapa Kepala Bagian (Kabag) yang jumlah bagian tentunya sesuai dengan Organisasi Tata Kelola Perguruan Tinggi (OTK PT),” kata Prof. Mahludin.

Ia menjelaskan, dalam dimensi servqual terhadap layanan administrasi akademik dan kemahasiswaan, ada beberapa hal yang merupakan poin penting yang harus diperhatikan.

“Pada dimensi servqual dalam pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu, tampilan fisik (tangible), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiviness), jaminan kepastian (assurance) dan empati (empathy),” sebutnya.

Terkait peningkatan kualitas pelayanan tentunya Ia mengajak para karyawan penunjang administrasi akademik, kemahasiswaan dan keuangan di lingkungan UG memperhatikan 5 hal pokok.

“Jadi, yang pertama yaitu keadaan fasilitas dan perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan administrasi akademik. Kedua, kemampuan SDM dalam memberikan pelayanan secara akurat dan terpercaya. Ketiga, kemampuan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam menanggapi keluhan mahasiswa serta prosedur yang tidak terbelit-belit. Keempat, jaminan kepastian dalam layanan administrasi akademik, serta yang kelima yaitu sikap ramah, sopan santun dan tidak diskriminatif,” terang Prof. Mahludin.

Sementara itu, Munawir Sadzali Razak, S.IP.,MA selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VXI Gosulutteng dalam paparannya menjelaskan, dalam kaitannya terhadap peningkatan kualitas pelayanan, dimana perguruan tinggi seharusnya dapat memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa sebagai user.

“Pelayanan prima itu yaitu pelayanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, namun juga melampauinya secara terkontrol dan berkesinambungan, dimana sasarannya tidak lagi kepuasan tapi loyalitas dan kepercayaan pelanggan,” jelas Munawir

Munawir mengatakan, bahwa dalam hal pelayanan publik terdapat dua dimensi yang harus diperhatikan serta dijalankan yaitu dimensi prosedural dan dimensi personal.

“Dalam dimensi prosedural yang harus diperhatikan adalah standar pelayanan dan pelayanan terpadu, sedangkan yang harus diperhatikan dalam dimensi personal adalah attitude (sikap), attention (perhatian), action (tindakan), ability (kemampuan), appearance (penampilan), accountability (tanggungjawab), affirmation (afirmasi), dan sympathy (simpati),” urainya.

Diakhir paparannya, tak lupa Munawir memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap tekun bekerja dalam memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa.

“Pelayanan prima bukan tujuan akhir yang ingin dicapai, tapi sesuatu yang terus menerus harus ada (bawaan) dan itu menjadi budaya dan mengalir dalam darah kita. Melayani sama dengan kebaikan, jadi kebaikan yang kita lalukan akan kembali dalam bentuk kebaikan,” tandasnya. (RG-56/hms_ug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *